Memperbaiki dan Merawat Rem ( Brakes ) Sepeda MTB


Rem (brakes) merupakan komponen yang sangat penting dalam bersepeda, sangat berbahaya jika kita bersepeda tanpa adanya komponen ini. Rem depan maupun belakang sepeda kita tentunya memerlukan perawatan sehingga dapat berfungsi dengan baik sehingga kita aman dan nyaman dalam bersepeda.




Berikut kami coba memberikan Tips dan Trik langkah sederhana untuk memperbaiki dan merawat komponen Rem sepeda gunung anda. Siapkan Toolset, Pelumas dan Cairan pembersih, buku manual.
1. Periksa kampas rem sepeda anda, baik anda yang menggunakan tipe konvesional (V-brake) atau menggunakan tipe Disc brake (cakram).
- Untuk V-brake cek kampas rem baik depan dan belakang, pastikan ketebalan masih mencukupi dalam arti masih bisa menempel pada pelek (rims) sepeda anda jika tuas rem di tarik.
- Untuk Disc Brake (cakram) pastikan kampas rem anda baik depan ataupun belakang masih tebal dan masih bisa menempel pada cakram (disc) jika tuas rem (brake lavers) ditarik.
Baik V-Brake atau Disc Brake pastikan kampas rem dapat bergerak secara bersama pada saat di lakukan pengereman.
2. Jika mempunyai buku panduan cara melakukan perawatan brakes (rem) sepeda anda, buku panduan tersebut dapat di jadikan acuan untuk perawatan, jika tidak tidak usah kuatir karena pada perinsipnya rem dengan V-brake dan Disc brake tidak terlalu berbeda jauh.
- Untuk V-brake jika kampas rem masih tebal dan layak tapi rem tidak berfunsi dengan baik, hal tersebut bisa terjadi karena setingan knob pada tuas rem baik depan dan belakang yang terpasang di stang kemudi tidak diatur dengan benar.
Putar dan aturlah knob pengatur tarikan (kabel) baik depan dan belakang, sesuaikan dengan kebutuhan pengereman, usahakan ketika tuas di tarik tidak terlalu dalam (dekat dengan handlebar-kemudi) atau terlalu jauh.
Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan kampas dengan pelek (rims)
Untuk pengaturan knob brake levers (tuas rem) anda memerlukan tools standart dan tang untuk pengencang knob.
- Untuk Disc Brake jangan takut rusak meski terlihat lebih rumit tapi jika di lakukan dengan benar semuanya pasti berhasil. Disc brake ada dua macam dalam MTB sepeda gunung, ada yang masih menggunakan kabel ada yang sudah menggunakan hidrolis system (minyak rem).
Untuk yang masih menggunakan kabel (kawat) pastikan jika tuas rem di tarik master rem dapat bekerja dengan benar. Ketika Tuas di tarik otomatis master rem bekerja dengan menekan campas rem bagian dalam sehingga kampas rem menjepit disc brake (cakram). Jika kampas masih tebal dan rem tidak berfungsi dengan baik, bisa di coba dengan atur memutar kampas bagian luar sehingga terlihat lebih masuk (mendekati cakram).
Atur knob baik pada tuas rem dan master rem, pastikan ketika tuas di tarik kampas menjepit cakram sempurna dan jarak tuas tidak terlalu dalam atau terlalu pendek (jarak dengan handle bar (stang kemudi) jika di tarik (pengereman)
Lumasi kawat rem dengan semprotan pelumas yang banyak di jual, jangan terlalu banyak karena jika mengendap dan bercampur kotoran akan menggumpal. Ingat! jangan lumasi kampas rem anda hal ini membuat licin gesekan antara kampas dan disc brake (cakram)
Untuk anda yang sudah menggunakan tipe hidrolik (minyak rem) pastikan minyak rem dalam kondisi selalu ada pada box master rem tuas (dekat handlebar) jika kosong segeralah isi dengan minyak rem standart yang banyak di jual.
Pastikan Jika tuas di tarik kampas dapat menekan disc (cakram) dengan sempurna. Sama halnya untuk setingan knob model kawat maupun hidrolis.
Tips : Jika kampas ada masih terlihat bagus dan tebal akan tetapi ketika di rem terdengar bunyi, bersihkan kampas dan cakram dengan menyemprotkan WD-40 atau dengan menggosok cakram dengan air sabun dan lap dengan kain bersih. Lakukan hingga bunyi hilang.
3. Untuk mengganti kampas rem yang sudah aus atau tipis siapakan kunci L dan peralatan standart lainnya.
Untuk melepas dan menggati model rem V-brakes sangat sederhana caranya, tekan kedua sisi dudukan kampas lepas kawat pengaitnya. Setelah dudukan lepas barulah lepas kampas rem dengan kunci L. Untuk mempermudah penggantian lepaslah dulu roda depan dan belakang anda.
Untuk Mengganti kampas rem model disc brake (cakram) siapakan toolset standart lepas roda depan dan belakang, lepaslah master rem sehingga anda dapat leluasa membongkar kampas rem (jika ada buku petunjuk produk master rem yang anda pakai ikutilah secara seksama).
Untuk disc brake dengan master rem hidrolis anda perlu sedikit ketelitian di sini, pastikan ketika melepas master dari cakram jangan sampai tuas rem tertekan, karena akan membuang percuma minyak rem pada box minyak. Ikuti buku petunjuk dengan seksama untuk penggantian campas rem. Rem dengan teknologi hidrolis sudah ada yang menggunakan piston (seperti sepeda motor cakram) piston ini berfungsi menekan kampas rem.
Rawatlah selalu kebersihan kampas rem anda, cek selelu kondisi tuas, kabel dan minyak rem. Jika sepeda gunung anda habis di pakai di medan offroad dan banyak kotoran yang menempel segeralah bersihkan.
Komponen sepeda yang terawat akan memberikan kenyamanan dan keamanan ketika bersepeda, happy cycling.
Source :http://www.zonasepeda.com & http://goesbike.com

Jenis Sepeda Dari Kondisi Jalan Yang Sering Dilalui :

Berbagai kondisi jalan kadang memaksa kita untuk berfikir, kira2 sepeda apa yang cocok buat kita terutama yang mempunyai hobby bersepeda. Berikut ada sedikit jawaban yang juga harus dilihat kondisi jalan seperti apa yang paling sering kita hadapi saat bersepeda.

Pilihan Sepeda dengan Kondisi Dominan Jalan Rusak

Untuk medan dengan kondisi jalan banyak yang rusak paling aman menggunakan sepeda jenis Hybrid dan MTB. Sepeda hybrid memang mempunyai banyak keunggulan untuk Gowes, karena tapak banyak relatif agak lebar, biasanya ukuran 700 X 35 – 38, sehingga masih berani melewati jalan yang tidak rata, apalagi jika ditunjang dengan penggunaan suspensi depan juga.
Lingkar rodanya yang berukuran 700c menjanjikan laju kecepatan yang cukup tinggi. Untuk sepeda jenis MTB yang biasanya menggunakan ukuran ban yang lebar,  ukuran 26 X 1.75 – 2.10 sangat handal untuk melibas jalan rusak dan berlubang. Apalagi jika memakai suspensi depan maupun belakang. Kelemahan dari sepeda MTB adalah, bobotnya yang lebih berat dan efisiensi kayuhan yang berkurang karena tapak ban yang lebar rolling resistantnya tinggi, lingkar roda yang lebih kecil (26 dan perlawanan gaya hentak saat mengayuh yang diakibatkan oleh penggunaan suspensi depan dan belakang (bobing).
Sementara penggunaan ban dengan ukuran tapak lebih kecil, misal 26 X 1.38 – 1.50 sangat membantu karena dengan ukuran ban itu masih memungkinkan untuk melewati jalan jelek dan efektifitas kayuhan masih relatif tinggi. Untuk ukuran 26 X 1.00 – 1.25 menurut sejumlah teman Goweser kurang direkomendasikan karena mudah bocor untuk jalan rusak, kecuali yang memiliki fitur anti puncture, namun dengan harga cukup mahal.

Pilihan Sepeda dengan Kondisi Dominan Jalan Mulus

Untuk medan dengan kondisi jalan mulus bisa menggunakan sepeda jenis City Bike, road bike (disarankan yg memakai stang flat bar, karena jika menggunakan drop bar akan cukup merepotkan ketika membawa tas punggung), Hybrid dan sepeda lipat”, demikian Saran dari beberapa teman Goweser.
Jika kita menginginkan efisiensi penggunaan tenaga dan waktu direkomendasikan memakai road bike dan hybrid, karena biasanya 2 jenis sepeda ini memakai lingkar roda 700c sehingga kayuhan kita lebih sedikit untuk jarak yang sama dibandingkan lingkar roda 26’, 20’ dan 16’. Selain itu road bike dan hybrid biasanya mempunyai chain wheel depan yang besar (sampai 52T) dan gear sprocket belakang yang kecil (sampai  11T). Dua jenis sepeda tersebut di atas juga memiliki ukuran tapak ban yang kecil, sehingga rolling resistant terhadap permukaan jalan juga lebih kecil.
Tetapi untuk ukuran ban yang sempit memperbesar resiko lebih mudah bocor. Terutama jika terkena pecahan kaca yang kecil-kecil. Untuk City bike cukup ok juga terutama dari sisi kenyamanan tapi lajunya masih kurang cepat karena biasanya ukuran chain wheel depan medium dan gear sprocket belakang yg kurang kecil (biasanya terkecil 14T). Untuk sepeda lipat? Sangat ideal terutama bagi yang menerapkan mix commuting dan kepraktisan saat parkir karena bisa dilipat dan di bawa ke dalam ruangan, kekurangannya terletak pada ukuran lingkar roda yang kecil sehingga laju dan efisiensi kayuhan relatif kurang.

Pilihan Sepeda dengan Kondisi Kombinasi Jalan Mulus dan Rusak

Saat Gowes dengan kondisi jalan campuran antara mulus dan rusak direkomendasikan menggunakan sepeda Hybrid, sebagaimana keunggulan-keunggulannya telah dijelaskan sebelumnya. Sesuai dengan gelar yang disandangnya ‘Hybrid’ tipe jenis sepeda ini memang dirancang untuk mengakomodir dua medan sekaligus yang berbeda, light off-road dan on-road biking.

Sumber : gowes.org ( Komunitas Sepeda Indonesia ).

Type Sepeda MTB



Pada dasarnya terdapat lima jenis sepeda gunung atau MTB: cross country, trail, downhill, freeride dan dirt jump. Tiap jenis dirancang untuk medan yang berbeda.
Tiap-tiap jenis sepeda memiliki manfaat dan kerugiannya masing-masing. Saat memilih sepeda gunung (MTB), ketahui dimana Anda akan mengendarainya dan jenis rintangan apa yang akan Anda hadapi.


1. Cross country
http://www.plunderguide.com/wp-content/uploads/2009/05/2009-bmw-cc-mountainbike.jpg
Sepeda ini juga dikenal dengan sebutan XC. Sepeda ini dirancang untuk jalur off-road dengan rintangan minim hingga menengah. Sepeda ini dibagi menjadi dua yakni, hardtail mountain bike yang suspensinya hanya berada di depan dan full-suspension mountain bike (fulsus) yang meiliki dua suspensi, depan dan belakang.
Menggunakan hardtail mountain bike, Anda bisa memiliki teknik mengayuh yang baik tanpa perasaan seperti memental. Sepeda ini jauh lebih awet dibanding full-suspension mountain bike dan tak terlalu menuntut perawatan.
Pada full-suspension mountain bike, suspensi depan dan belakang terintegrasi pada rangka sepeda. Sepeda ini jauh lebih nyaman dikendarai dibanding hardtail mountain bike. Di beberapa sepeda, suspensi belakangnya (dan juga depan) bisa dimatikan atau tidak berfungsi.


2. Trail
http://bikereviews.com/wp-content/uploads/2010/03/specialized-sx-trail-ii-2-2008-mountain-bike.jpg
Sepeda ini pada dasarnya merupakan modifikasi cross country namun menggunakan sistem suspensi yang lebih halus untuk mengatasi rintangan yang lebih sulit dan lebih teknis.
Kekurangannya, kayuhan sepeda ini butuh sedikit usaha yang lebih dari pengendaranya akibat meningkatnya suspensi. Tapi saat ini sudah ada teknologi suspensi belakang dan depan yang bisa dimatikan jika tak dibutuhkan.


3. Downhill
http://image.made-in-china.com/2f0j00fMWamVtgaOkR/Santa-Cruz-V10-Full-Suspension-Downhill-Mountain-Bike-Santa-Cruz-V10-.jpg
Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit. Sepeda ini dibuat seringan mungkin sehingga cocok untuk balapan turun. Karena sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit, hal ini membuat sepeda ini sulit menaiki bukit.


4. Freeride
http://www.besportier.com/archives/mountain-bikes-on-special-konacoil-air-freeride.jpg
Sepeda ini mirip sepeda downhill namun dirancang agar lebih mudah untuk dikayuh. Sepeda ini merupakan perpaduan cross country dan downhill. Namun, sepeda ini tak akan bekerja sebaik kedua sepeda tersebut jika Anda menginginkan fitur tertentu.


5. Dirt Jump (DJ)
http://www.bikerumor.com/wp-content/uploads/2010/07/scott-bicycles-voltage-24-dirt-jump-mountain-bike01.jpg
Sepeda ini digunakan untuk melompat, dikendarai di jalan dan balap slalom. Beberapa orang menganggap sepeda ini merupakan versi besar BMX yang memiliki suspensi depan. Sepeda ini dirancang agar kuat menahan beban saat melompat.

sumber artikel : http://www.apakabardunia.com/2011/03/mengenal-tipe-tipe-sepeda-gunung.html

Singkatan dan Istilah dalam Komunitas Sepeda


Singkatan Dan Istilah Dalam Komunitas Sepeda

Bukan hanya anak2 gaul yang punya istilah2 atau singkatan2 dalam pergaulan nya. Didalam Komunitas Sepeda juga harus punya dong…:) Mungkin akan menjadi lebih asyik jika istilah2 atau singkatan2 tersebut kita beri nama “Singkatan dan Istilah Dunia Gowes“. Mungkin teman2 Goweser dan Gowesist masih belum banyak yang tahu tentang Singkatan dan Istilah Dunia Gowes, nyoba yuk kita bagi pengalaman tentang Istilah2 atau Singkatan2 tersebut :

*) Goweser: Julukan untuk para cowok pecandu gowes
*) Gowesist: Yang ini untuk para cewek yang suka gowes
*) CFD: Car Free Day, yang sekarang lagi ngetrend di beberapa kota besar di Indonesia. Di Surabaya, Jakarta, dan Bogor setiap hari minggu.
*) Uphill: Gowes Di Jalan Yang Menanjak
*) Downhill: Gowes Di Jalan Yang Menurun
*) Offroad: Rute Gowes yang bukan Jalan Aspal
*) Onroad: Rute Gowes di aspal
*) R.D: Rear Derailleur atau Part Pemindah Gear belakang
*) F.D: Front Derailleur alias Part Pemindah Gear depan
*) Crank set: Ini nama keren nya Gigi Depan Sepeda alias alat untuk menggowes sepeda. Terdiri dari gigi depan, dan tuas nya.
*) Chain Wheel: Ini set gigi depan yang ukurannya besar biasanya terdiri dari 3 set untuk MTB XC dan 2 set untuk MTB downhill/AM
*) Makadam: Sebenarnya Istilah ini diambil dari nama sesorang yaitu John Mc Adam. Dia adalah penemu struktur jalan berbatu2 jaman dulu, terkenal sampai sekarang ini dan seringkali disebut dengan istilah makadam.
*) Hammer: Ynag ini bukan merek baju, melainkan gowes sambil berdiri pada saat nanjak atau menambah kecepatan, tenaga lebih besar tapi lebih cape lah.
*) A.M: All Mountain jenis sepeda MTB, track atau rute gowes yang melibatkan naik turun gunung dan cukup ekstrim.
*) X.C: Cross Country jenis sepeda MTB, track atau rute gowes yang lebih ringan dibandingan all mountain misalnya masuk keluar kampung jalan off road, tanjakan turunan tapi tidak ada drop off atau turunan terjal sehingga melompat)
*) D.H: Istilah lain Downhill, merupakan jenis sepeda MTB, track atau rute gowes yang melibatkan jalanan turun yang cukup ekstrim dengan kecepatan tinggi bisa lebih dari 50km/jam melalui jalur off road, drop off ekstrem maupun ringan dsb.
*) Technical: Seringkali digunakan untuk menunjukkan jalur gowes, track yang sifatnya cukup sulit, seperti memiliki tanjakan cukup ekstrim, rute huruf “S” dengan belokan tajam, biasanya digunakan pada jalur-jalur kompetisi atau pertandingan sepeda MTB XC, AM, DH dsb.
*) Roller Coaster: Rute yang berbentuk turunan cepat diikuti dengan tanjakan yang lumayan tergantung bentuknya namun, umumnya turunan-tanjakan seperti ini cukup membantu saat menanjak asal pada saat turun kecepatan cukup dan posisi gear pada posisi yang sudah di set tepat. Umumnya kalau turunannya panjang bisa pakai gigi rendah agar bisa ngebut pas dibawah atau naik tidak perlu gowes, sambil pindah gigi ke mid-mendekati top tergantung kemiringan tanjakan lalu lanjut gowes (sekitar pertengahan ke atas, lumayan simpan tenaga dan menambah kecepatan)
*) Slope: kemiringan tanjakan/turunan, tanjakan ekstrem sudah diatas 30 derajat, ada yang mendekati 60 biasanya udah TTB kalau ngak kuat Hammer nya
*) Drop Off: Turunan terjal dimana Sepeda harus melompat turun bukan hanya meluncur turun. Drop off ringan tentunya dibawah 0.5 meter, diatas itu kalau sepeda XC dipaksa drop off dengan cara yang salah frame bisa patah.
*) TTB: TunTun Bike alias tidak kuat nanjak atau gowes lalu di tuntun lah sepeda, jangan malu daripada ntar malah celaka.
*) Single Track: Jalur tunggal di offroad biasanya buat jalan orang (trecking) atau jalan-jalan di kampung yang cuman bisa lewat motor.
*) Double Track: Jalur offroad yang biasa dilewati mobil offroad, tapi masih dalam kategori offroad.
*) GPS: Global Positioning System adalah alat pemandu bantuan satelit untuk menghitung titik lokasi, menunjukkan arah, rute, dan lainnya, sehingga tidak mudah tersesat.
*) Cyclo Comp: alat kecil dipasang disepeda bisa mencatat kecepatan maksimum, rata-rata, jarak tempuh, odometer, timer dsb. Merek terkenal Velo, Sigma dsb.
*) MTB: mountain bike alias sepeda gunung umum dipakai offroad meski disini kebanyakan di pake onroad lagian jalan di kota aja masih seperti offroad alias rusak. Salah satu ciri khas, ban ukuran 26 inch (di luar sih ada 27.5 s/d 29 inch), stang lurus maupun agak keatas.
*) Roadbike: Sepeda jalan raya atau lebih umum disebut Sepeda Balap. Ciri khas ukuran ban 700mm /70cm dan tipis, stang sepeda menekuk kebawah, sepedahan sudah merunduk, berat di otot punggung untuk orang berumur
*) Cross Training: sepeda MTB dengan ban roadbike buat latihan di jalan raya
*) Seli: Sepeda lipat, atau lebih familiar dengan sebutan Sepeda Folding. Umumnya dengan ukuran roda 16 inch dan 20 inch, ada juga seli full mtb ukuran 26 inch dari Dahon, atau Mountain Swiss Bike dsb.
*) Carboloading: Meningkatkan kandungan karbohidrat sebelum perjalanan cukup berat agar tenaga mencukupi biasanya dengan makan lebih banyak karbohidrat minimal sehari sebelumnya. Tubuh hanya bisa menyimpan karbohidrat untuk sekitar 90mnt, lebih dari itu perlu asupan tambahan baik selama perjalanan maupun istirahat dulu, efek kehabisan bahan bakar ya terasa cape selain haus.
*) Dehidrasi: Kekurangan cairan tubuh akibat keringat keluar berlebihan tapi tidak tergantikan, memang lebih baik menggunakan cairan isotonik apabila keringatan nya banyak karena lebih cepat menggantikan cairan tubuh. Umumnya sekitar 15-20 menit sekali dibiasakan minum karena bisa saja lupa atau karena terkena udara dingin, angin dsb tidak terasa haus padahal keringat langsung menguap meski keringatnya banyak. Efeknya lemas, melayang, smp dengan pingsan.
*) Cardio Exercise: alias latihan otot2 jantung, sepedahan adalah salah satunya yang cukup ringan dibandingkan lari, kalau jalan santai memang lebih mudah. Namun demikian hati2 jangan dipaksa terutama waktu nanjak apalagi nanjak di offroad relatif lebih berat dan memaksa jantung bekerja ekstra. Jika tidak tahu diri bisa fatal.

Sumber : gowes.org ( Komunitas Sepeda Indonesia ).

Mengenal Anatomi Sepeda MTB

 

Mengenal Anatomi Sepeda Gunung : 

Foto: IstimewaFoto: IstimewaSUKA bersepeda? Terutama sepeda gunung atau MTB? Kalau ya, mungkin ada beberapa yang kurang mengetahui komponen atau bagian-bagian sepeda yang kita pakai. Dengan Tips dan Trik  dari zonasepeda.com ini diharapkan kita mengetahui lebih mendalam bagian-bagian penting dari sepeda kita, dengan tujuan jika ada masalah pada salah satu komponen kita dapat mengetahui dengan detail penyebab dan bahkan mungkin dapat memperbaikinya. Gimana caranya? Yuk, kita tengok!
Handle Bar
Foto: IstimewaFoto: IstimewaLebih dikenal dengan stang kemudi, pada MTB ada beberapa jenis yaitu Monkey bar, Rise bar dan Standard bar. Handle bar adalah kokpit sepeda kita, kontrol gigi transmisi, rem depan-belakang terdapat di handle bar ini. Pilihlah handle bar yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Top Tube
Merupakan bagian dari frame sepeda bagian atas, Tips: Sesuaikan ukuran frame dengan tubuh Anda!
Down Tube
Merupakan bagian dari frame sepeda, melintang dari headset terhubung langsung dengan Top Tube Seat, Stay dan Rumah BB (Buttom Bracket).
Shifter
Groupsets (komponen) pemindah gigi transmisi, berfungsi untuk menggerakan FD (front derailleur) dan RD (rear derailleur), shifter yang beredar dipasaran untuk penggerak RD mencapai 9–10 speed, untuk shifter FD biasanya hanya terdiri 2–3 speed.
HandgFoto: IstimewaFoto: Istimewarip
Adalah pembungkus handlebar (stang kemudi) berbahan karet/tape tergantung kebutuhan. Usahakan handgrip tidak berputar pada handlebar saat kita berkendara; handgrip yang terlalu tebal atau terlalu tipis mengurangi kenyamanan kita dalam bersepeda.
Brake Lever
Tuas rem (depan-belakang) posisikan brake laver dengan benar sesuaikan dengan kenyamaan Anda ketika bersepeda, usahakan jari tangan dapat meraih dengan mudah lever (tuas).
Foto: IstimewaFoto: IstimewaHeadSet
Bagian depan frame yang didalamnya terdapat bearing dan komponen lainnya yang berfungsi untuk menghubungkan Fork (suspensi) depan dengan stem dan handlebar.
Stem
Merupakan bagian kokpit sepeda kita, berfungsi untuk menghubungkan handle bar–headset dan Fork (suspensi) depan. Stem tersedia dalam beberapa ukuran untuk suspensi depan yang panjang (long travel). Bentuk stem berbeda dengan stem standar. Tips: jika Anda merasa stem sepeda Anda terlalu panjang dan saat bersepeda terasa membungkuk, Anda bisa menggantinya dengan ukuran stem yang pendek.
Foto: IstimewaFoto: IstimewaSadle
Sadel – tempat duduk pengemudi, untuk sepeda MTB biasanya berukuran lebih tebal dibandingkan dengan roadbike. Atur posisi sadel supaya benar-benar lurus (horizontal), atur maju dan mundurnya sadel usahakan tidak terlalu jauh atau terlalu dekat dengan handle bar.
Tips: Posisi yang tidak tepat akan mengakibatkan tidak nyaman ketika bersepeda; pada kasus serius dapat mengakibatkan cedera pinggang.
SeatPost
Dudukan sadel (sadle) penghubung antara sadel dengan frame sepeda, posisi vertikal sesuaikan dengan kenyamanan Anda. Tips: Cobalah naik sepeda pada posisi berhenti, luruskan kaki Anda hingga benar2 meraih pedal. Jika posisi kaki masih terlihat dan dirasa masih tidak lurus padahal posisi pedal sudah dibawah, hal ini pertanda bahwa seatpost Anda kurang tinggi. Aturlah seatpost hingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda.
Foto: IstimewaFoto: IstimewaSeat Stay
Merupakan bagian belakang frame. Untuk MTB, dual suspension seat stay biasanya berupa swingarms (lengan ayun) terhubung dengan frame menggunakan suspensi belakang.
Pedals
Pengayuh. Merupakan komponen memutar buttom bracket dan crankset sehingga sepeda bisa bergerak (digerakkan ketika kita mengayuh sepeda).
Crank Set
Komponen lengan yang menghubungkan pedal dengan chain rings.
Chain Rings
Merupakan komponen tranmisi gigi depan (biasanya terdiri dari 2-3 chain rings). Berfungsi menghubungkan rantai dengan crankset.
Foto: IstimewaFoto: IstimewaChain
Rantai. Merupakan komponen yang sangat vital fungsinya, karena inilah yang bertugas menghubungkan crankset chain rings dengan komponen roda belakang, sehingga sepeda dapat melaju.
Idler Pulley
Merupakan bagian dari Rear Derailleur (RD), berupa gir (gigi) kecil disertai tension (biasanya berupa per-pegas) yang berfungsi agar chain (rantai) tetap lurus dan tidak kendor.
Foto: IstimewaFoto: IstimewaFront Derailleur
Merupakan komponen vital pada sepeda MTB, berfungsi mengatur pemindahan gigi depan (chain rings). Lebih dikenal dengan istilah FD, terhubung langsung dengan shifter.
Rear Derailleur
Merupakan komponen vital pada sepeda MTB, berfungsi mengatur pemindahan gigi belakang. Lebih dikenal dengan istilah RD, terhubung langsung dengan shifter.
Rims
Merupakan komponen wheelset (roda) lebih dikenal dengan pelek sepeda.
Tire
Ban, terbuat dari karet. Tips: Sesuaikan jenis dan ukuran ban dengan kebutuhan Anda. Ukuran ban untuk jenis aspal (road) biasanya tapak kecil dan motif standar. Untuk Anda yang menggemari offroad atau bahkan downhill, pilihlah jenis ban dengan tapak lebar dan motif khusus full offroad.
Front Fork
Suspensi depan; merupakan bagian sepeda yang berfungsi menghubungkan roda (wheelset) depan dengan kemudi (handlebar). Fork yang beredar di pasaran tersedia berbagai jenis, merk dan ukuran. Tips: Sesuaikanlah jenis dan ukuran fork dengan kebutuhan Anda, untuk medan aspal gunakan fork dengan panjang travel standar, sedangkan untuk penggemar downhill biasanya menggunakan travel yang panjang.
Master Dishbrake
Merupakan komponen brake (rem), merupakan rumah bagi kampas rem. Komponen ini berfungsi untuk menjepit discbrake ketika kita melakukan pengereman. Untuk jenis brake konvensional (V-brake) komponen ini tidak ada fungsinya, digantikan oleh brakepad.
DiscBrake
Cakram, berupa piringan yang terhubung langsung dengan wheelset baik depan atau belakang. Untuk jenis V-brake komponen ini tidak ada.
Spokes
Jari-jari Roda, menghubungkan hub dengan rims (pelak).
Hub
Terletak ditengah roda disinilah jari-jari dan rims (pelak) terhubung. Komponen didalamnya terdapat bearing (gotri).

Sumber : Fitryan GD





Manfaat Bersepeda




JANGAN REMEHKAN MANFAAT BERSEPEDA
.Manfaat Bersepeda
Kita sudah mengenal cara mengatur pola makan, fungsi dari vitamin, dan juga kita tahu bahwa salah satu cara diet adalah berolahraga. Nah, ada baiknya bila olahraga bersepeda bisa kamu masukkan sebagai salah satu solusi diet yang baik. Kenapa? karena fungsinya yang tak lain akan membantu kita dalam diet. Yuk.. Kita lihat fungsi dari bersepeda lebih lanjut.
Bersepeda adalah salah satu jenis olahraga yang sangat baik bagi tubuh sehingga banyak diminati oleh masyarakat. Kita sering sekali melihat orang pagi – pagi sudah berolahraga sepeda.
Pada abad ke -19 lah, sepeda ditemukan di Eropa. Yang kemudian mulai masuk ke Amerika dan sejak saat itu Sepeda mulai terkenal diseluruh dunia. Bersepeda disebut sebagai berolahraga karena manfaat sepeda itu sendiri yang tidak sedikit.
Ada sebuah penelitian yang di lakukan oleh Jerman, yaitu orang yang bersepeda secara rutin dengan kec. 1 – 15 km/jam setiap hari lebih kebal terhadap penyakit flu daripada yang tidak, Sebab metabolisme tubuh orang yang bersepeda lebih lancar, dan staminanya juga lebih kuat.
Kamu bisa buktikan manfaat dari bersepeda ini ketika kamu sedang sakit punggung, kalau kamu bisa bersepeda setiap hari secara rutin, makan sakit punggung kamu perlahan – lahan akan hilang. Tau Kenapa? Ini disebabkan karena ada bagian pada tulang punggung yang kaku dan tidak terlatih, sehingga tulang sulit untuk mendapatkan nutrisi yang cukup. Kalau kamu bersepeda, maka bagian itu akan mulai terlatih dan tidak akan kekurangan nutrisi lagi.
Ada banyak manfaat dari bersepeda yang lain. Manfaat dari bersepeda yang lain antara lain :
  • Bersepeda memiliki fungsi untuk membentuk tubuh kamu dan membuat kamu menjadi lebih energik.Hal itu disebabkan, karena ketika kita bersepeda maka akan terjadi gerakan yang membentuk, menguatkan dan mengencangkan serta menghilangkan lemak yang berada di paha, betis, serta panggul.
  • Manfaat selanjutnya yaitu untuk mengurangi selulit yang ada di paha kamu.Dengan bersepeda juga bisa menghilangkan stress yang terjadi pada lutut sampai pergelangan kaki, ibarat kita berjalan kaki atau melakukan senam aerobik.
  • Dengan bersepeda, darah kamu akan berjalan dengan lancar, ditambah lagi nutrisi2 di dalam tubuh kamu dapat terbagi dengan rata.
  • Manfaat bersepeda selanjutnya adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh kamu terhadap serangan penyakit.Penyakit seperti diabetes bisa di cegah dengan bersepeda karena bersepeda menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Fungsi lain dari bersepeda adalah untuk mengurangi stress kamu dan mencegah penyakit jantung.
Sumber : http://diet.huteri.com

Hirarki Drivetrain MTB Shimano


Hirarki drivetrain MTB Shimano


1.      Tourney (untuk 18-21 speed). Menurut Shimanonya, "Tourney has been developed to give entry level sport bikes a boost"
2.      Altus (untuk 21-24 speed). Peruntukkannya, "Altus is an 8 speed MTB style component group for city sport and youth bikes"
3.      Acera (untuk 24 speed, mulai edisi 2012 sudah 27 speed). Peruntukkannya, "Acera delivers the responsive feeling of a serious MTB to casual riders and entry level cyclist"
4.      Alivio (mulai 2011 untuk 27 speed). Peruntukkannya, "The Alivio group feature a full complement of advanced Shimano functions. Feature like powerful v-brake and disc brake systems, and Rapid Fire plus shifting make Alivio the trend setting group for quality recreational mountain bikes"
5.      Deore (27 speed, mulai 2012 sudah 30 speed). Peruntukkannya, "The deore group delivers a high level of quality and performance you would only expect in a top level component group. Whatever it's a friendly race in the dirt, cruising along single track, or just riding around town, Deore has performance to match"
6.      SLX (mulai 2011 sudah 30 speed). Peruntukkannya, "SLX series takes over as the mid-range MTB group designed specially for off road riding, from XC to AM"
7.      XT (mulai 2011 sudah 30 speed). Peruntukkannya, "Deore XT has established a tradition as the globally recognized standard in high performance MTB components"
8.      Saint. Peruntukkannya, "The design concept for Saint is super heavy duty"
9.       XTR (30 speed). Peruntukkannya, "Since its debut XTR has been the absolute standard for lightness, durability and performance. Ride with quicker, faster control and response". Untuk atlet profesional

Sumber : bayuwhy (moderator Kaskus)